Blog Tulisan Agus
Travel  

Dari Sate Buntel hingga Tengkleng, Kota Solo Jadi Surganya Kuliner Olahan Kambing & Sapi

sate tengkleng

Kota Solo atau biasa juga dikenal dengan nama Surakarta tidak hanya terkenal karena keramahan penduduknya saja, tapi juga populer di kalangan wisatawan lokal dan manca negara. Hal ini dikarenakan keragaman kulinernya, termasuk masakan olahan daging sapi dan kambing berupa soto, sate tengkleng, sate buntel, tongseng, selat solo, dan terik daging sapi.

Beberapa warung makan yang menyajikan kuliner khas Solo tersebut bahkan sudah berdiri sejak tahun 1980-an seperti warung sate kambing Pak Haji Kasdi dan rumah makan sate kambing Pak Dahlan. 

Kedua warung makan yang sudah berusia puluhan tahun itu masih eksis sampai saat ini. Justru semakin ramai pengunjung karena adanya pengaruh media sosial yang mengenalkan kedua tempat tersebut kepada para netizen.

Sate Kambing Sumber Pak Dahlan yang beralamat di Jl. Letjen Suprapto No. 69, Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah, adalah satu dari beberapa rumah makan di Solo yang menyajikan kuliner olahan daging kambing.

Memiliki menu andalan sate buntel, Sate Kambing Sumber Pak Dahlan merupakan rumah makan yang menjadi favorit dari Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi). Sate buntel sendiri adalah olahan daging kambing yang sebelumnya telah dicincang kecil-kecil, kemudian potongan-potongan kecil daging ini dibalut menggunakan lemak kambing dan dibakar seperti layaknya sate pada umumnya.

Kelezatan sate buntel ini terletak pada teksturnya yang pecah terurai di mulut setelah digigit, balutan lemak kambing juga membuat sate buntel semakin terasa juicy apabila dibandingkan sate daging biasa. 

Komposisinya yang dibuat dari daging cincang, sate buntel mustahil terasa alot di mulu. Sate buntel ini juga memiliki ukuran yang jauh lebih besar ketimbang sate daging. Umumnya di beberapa warung makan di Solo hanya disajikan dua tusuk pada satu porsi dengan kisaran harga Rp 50 ribu.

Sate buntel disajikan dengan pelengkap berupa bumbu bawang, merica, irisan cabe rawit, irisan kol, bawang merah, dan tomat. Selain sate buntel, menu yang menjadi andalan di Sate Kambing Sumber Pak Dahlan adalah nasi goreng kambing dan tongseng daging. 

Baik itu sate ataupun tongseng, semua olahan daging kambing di warung makan tersebut tidak berbau prengus, sehingga semakin menggugah selera. Harga makanan di Sate Kambing Sumber Pak Dahlan dipatok mulai dari Rp 15-55 ribu, warung makan ini buka mulai pukul 10.00-21.00 WIB.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa masakan sate buntel ini inovasi dari pengusaha warung makan keturunan Tionghoa bernama Lim Hwa Youe pada tahun 1948 yang memanfaatkan sisa-sisa daging kambing yang berukuran kecil-kecil. 

Cara memasak yang memanfaatkan bahan-bahan sisa ini juga dapat ditemukan dalam masakan tengkleng yang memaksimalkan penggunaan tulang-belulang yang masih memiliki sisa-sisa daging.

Sumber lain juga meyakini bahwa hidangan sate buntel justru merupakan kuliner khas Solo yang awalnya dipengaruhi oleh masakan asal Timur Tengah dan India yakni kebab. Adaptasi kuliner asal Timur Tengah tersebut hingga menjadi sate buntel disebut-sebut terjadi di zaman dulu saat banyak pedagang asal India dan Timur Tengah bersandar dan berdagang di Jawa Tengah, salah satunya di Kota Solo.

Jika digali lebih dalam, ragam kuliner di Kota Solo memiliki cerita dan kisah yang unik dan berbeda satu sama lain. Misalnya seperti Selat Solo & bestik yang ternyata memiliki sejarah yang panjang, dan sudah ada sejak zaman Keraton Solo. Selat Solo merupakan adaptasi masakan ala-ala Eropa yang sudah banyak beredar di Kota Solo sejak zaman penjajahan Belanda.

Tertarik untuk mendalami lebih dalam seputar kuliner di Kota Solo, atau daerah lainnya? Anda bisa jadikan website Indonesia Kaya sebagai referensi Anda yang menyimpan banyak informasi seputar ragam kuliner di Indonesia.

Exit mobile version